Saturday, 27 October 2018

NILAI SOSIAL (PENGERTIAN, CIRI CIRI, FUNGSI DAN PEMBAGIAN)

Bagi pelajar, buku dan alat tulis memiliki nilai vital. Keduanya
berfungsi sebagai alat belajar.
Pasti Anda pernah mendengar orang berkata: "Barang itu bermutu, berharga, dan bernilai"? Suatu dikatakan bermutu, berharga, dan bernilai apabila barang tersebut berguna atau baik menurut orang yang menilai. Contohnya, uang dikatakan berharga karena dengan menggunakan uang, orang dapat mencukupi kebutuhan hidup, seperti, membeli makanan, pakaian, dan rumah. Buku dikatakan berharga karena melalui buku, cakrawala berpikir manusia dapat terbentuk. Selain itu, buku juga memberi banyak informasi yang kita butuhkan.

Dalam ilmu sosiologi, nilai mengandung pengertian yang lebih luas. Nilai (value) dalam konteks sosiologi berhubungan dengan pertanyaan mengapa dan bagaimana suatu kondisi dapat terjadi di masyarakat. Sebagai contoh, mengapa orang tega memukul suporter tim lawan hanya karena kesal tim sepakbola kesayangannya kalah? Mengapa orang rela mengorbankan nyawa untuk membela kepentingan rakyat miskin? Jawaban atas pertanyaan tersebut merujuk pada kepedulian dan cita-cita (luhur) yang ingin dicapai oleh seseorang atau masyarakat.

Pengertian
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, nilai didefinisikan sebagai sifat atau hal-hal yang penting dan berguna bagi kemanusiaan. Sementara itu, nilai budaya dan nilai sosial didefinisikan sebagai konsep abstrak mengenai masalah dasar yang sangat penting dalam kehidupan manusia.

Dalam sosiologi, nilai didefinisikan sebagai konsepsi (pemikiran) abstrak dalam diri manusia mengenai apa yang dianggap baik dan buruk. Contohnya, orang menganggap menolong adalah perbuatan baik, sedangkan mencuri adalah perbuatan buruk. Dengan demikian, perbuatan saling menolong merupakan sesuatu yang bernilai dalam kehidupan masyarakat. Nilai dalamkehidupan masyarakat inilah yang disebut nilai sosial.

Pendapat para ahli tentang pengertian nilai adalah sebagai berikut.
  1. Soerjono Soekanto mendefinisikan nilai sebagai konsepsi abstrak dalam diri manusia mengenai apa yang dianggap baik dan buruk. Dengan demikian, nilai sosial adalah nilai yang dianut oleh suatu kelompok masyarakat. 
  2. Kimball Young merumuskan nilai sosial sebagai unsur-unsur abstrak dan . sering tidak disadari oleh apa yang benar dan penting dalam masyarakat. 
  3. A.W. Green merumuskan nilai sosial sebagai kesadaran yang berlangsung secara relatif, disertai emosi terhadap objek dan ide orang perorangan. 
  4. Woods mengatakan bahwa nilai sosial merupakan petunjuk umum yang telah berlangsung lama, yang mengarahkan tingkah laku dan kepuasan dalam kehidupan sehari-hari.
  5. B. Simanjuntak merumuskan nilai sebagai ide-ide masyarakat tentang sesuatu yang baik. 
  6. Robert M. Z. Lawang mengatakan bahwa nilai adalah gambaran mengenai apa yang diinginkan, pantas, berharga, dan memengaruhi perilaku sosial orang-orang yang memiliki nilai tersebut. 
  7. C. Kluckhohn melihat bahwa semua nilai kebudayaan pada dasarnya mencakup nilai hakikat hidup manusia, nilai hakikat karya manusia, nilai hakikat kedudukan manusia dalam ruang dan waktu, nilai hakikat hubungan manusia dengan alam, nilai hakikat hubungan manusia dengan sesamanya.

Ciri-Ciri dan Fungsi Nilai
Ciri-ciri nilai sosial adalah sebagai berikut.
  1. Konstruksi masyarakat sebagai hasil interaksi antarwarga masyarakat.
  2. Disebarkan antara sesama warga masyarakat (bukan bawaan individu sejak lahir).
  3. Terbentuk melalui sosialisasi (proses belajar)
  4. Bagian dari usaha pemenuhan kebutuhan dan kepuasan sosial manusia.
  5. Dapat memengaruhi perkembangan diri seseorang.
  6. Memiliki pengaruh yang berbeda antarwarga masyarakat.
  7. Cenderung berkaitan satu sama lain dan membentuk sistem nilai.
Pembagian Nilai
Coba perhatikan masyarakat di sekitarmu. Nilai-nilai a dianut masyarakat di daerahmu? Dapatkah kalian mengategorikannya? Untuk membantu kalian, berikut ini akan diuraikan pembagian nilai yang berlaku dalam masyarakat.

Prof. Dr. Notonegoro membagi nilai sosial menjadi tiga.
  1. Nilai material, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi unsur fisik manusia.Contohnya, makanan, air, dan pakaian. Nilai material relatif lebih mudah diukur dengan alat ukur. Contohnya, mengukur isi dengan liter.
  2. Nilai vital, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk mengadakan kegiatan dan aktivitas. Contohnya, buku dan alat tulis bagi pelajar atau mahasiswa, kalkulator bagi auditor, dan motor bagi tukang ojek motor.
  3. Nilai kerohanian, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi batin (rohani) manusia.


EmoticonEmoticon