Monday, 7 December 2020

MEMILIH SUBJEK PENELITIAN SEBAGAI SUMBER DATA DAN INFORMASI

contoh memilih subjek penelitian sebagai sumber data dan informasi


Subjek Penelitian

Banyak peneliti pemula terkadang bingung dengan istilah. subjek dan objek penelitian. Banyak yang mengira bahwa subjek penelitian adalah orang yang melakukan penelitian, sedangkan objek penelitian adalah orang atau sesuatu yang diteliti. Dalam konsep penelitian, subjek merujuk pada responden atau informan yang hendak dimintai informasi atau digali datanya. Sementara itu, objek merujuk pada masalah atau tema yang sedang diteliti.

T. M. Amirin mendefinisikan subjek penelitian sebagai seseorang atau sesuatu yang mengenainya ingin diperoleh keterangan. Suharsimi Arikunto melihat subjek penelitian sebagai benda, hal atau orang, dan tempat data untuk variabel penelitan melekat dan dipermasalahkan. Dari kedua definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa subjek penelitian adalah individu, benda, atau organisme yang dijadikan sumber informasi yang dibutuhkan dalam pengumpulan data penelitian.

Istilah lain yang kerap digunakan untuk menyebut subjek penelitian adalah responden, yaitu orang yang memberi respons atas suatu perlakuan yang diberikan kepadanya. Di kalangan peneliti kualitatif, subjek penelitian disebut dengan istilah informan, yaitu orang yang memberikan informasi tentang data yang diinginkan peneliti berkaitan dengan penelitian yang sedang dijalankan. Meskipun ada keberatan terhadap istilah responden untuk menyebut subjek penelitian, peneliti tetap dapat menyebut subjek penelitiannya dengan istilah responden untuk penelitian kuantitatif dan informan untuk penelitian kualitatif.


Populasi

Dalam penelitian survei, pembahasan tentang subjek penelitian dengan sendirinya akan mengarah pada pembahasan tentang populasi dan sampel penelitian. Cara populasi dilakukan jika pengambilan subjek penelitian mencangkup seluruh populasi. Sementara itu, cara sampel dilakukan ketika pengembalian subjek penelitian menggunakan sebagian dari populasi. Dalam praktiknya, peneliti cenderung menggunakan sampel sebagai subjek yang ingin diteliti karena mengingat berbagai keterbatasan.

Penelitian kualitatif pada umumnya tidak pernah menggunakan sampel sebagai subjek penelitiannya. Hal ini disebabkan jumlah subjek yang menjadi informan dalam penelitian kualitatif pada umumnya relatif sedikit jika dibandingkan dengan penelitian kuantitatif.


Sampel

Penggunaan sampel dalam penelitian diperbolehkan selama sampel tersebut dapat mewakili populasinya dengan baik dan selama teknik pengambilan sampel dilakukan dengan benar. Oleh karena itu, pemilihan sampel penelitian tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Bagaimana cara pengambilan sampel? Melalui uraian berikut, hal tersebut akan dijelaskan.

Pengambilan sampel dilakukan karena sering tidak mungkin melakukan pengamatan terhadap populasi yang sangat besar. Contohnya, pengamatan terhadap segenap warga Jakarta. Tujuan penentuan sampel adalah untuk memperoleh keterangan mengenai objek penelitian dengan cara mengamati sebagian dari populasi sebagai representasi.

Suatu metode pengambilan sampel yang ideal mempunyai sifat-sifat sebagai berikut.

  1. Dapat menghasilkan gambaran yang dapat dipercaya dari seluruh populasi yang diteliti.
  2. Dapat menentukan presisi (perbedaan hasil yang didapat dari contoh/sampel) dari hasil penelitian dengan jalan penyimpangan baku dari data yang diperoleh.
  3. Sederhana dan mudah dilaksanakan,
  4. Dapat memberikan keterangan sebanyak mungkin dengan biaya yang serendah mungkin.
  5. Penghematan yang nyata dalam hal waktu, tenaga, dan biaya jika dibandingkan dengan pencacahan lengkap.

Sementara itu, tujuan pengambilan sampel adalah sebagai berikut. 

  1. Mengadakan pengurangan (reduksi) terhadap jumlah objek yang diteliti. Tidak semua populasi atau peristiwa akan diteliti, tetapi hanya sebagian,
  2. Mengadakan generalisasi terhadap hasil penelitian. Generalisasi di sini berarti membuat kesimpulan ringkas terhadap fenomena yang sangat banyak jumlahnya.
  3. Menonjolkan sifat-sifat umum dari populasi. Untuk itu, orang berusaha mengeliminasi ciri-ciri yang khas individual. Setiap anggota populasi dianggap berbeda dari keadaan rata-rata populasi. Kondisi sebagian dari anggota populasi lebih kecil atau lebih besar dari keadaan rata-rata.
Akan tetapi, jika dilihat secara keseluruhan, sifat yang berbeda (yang khas dan yang individual) tadi tidak ditampakkan secara menonjol. Yang lebih dikemukakan ialah sifat-sifat umumnya. Dalam hal ini adalah keadaan rata-ratanya. Namun demikian, untuk menjaga agar ciri-ciri khas individual itu tidak banyak dihilangkan, perlu diusahakan jumlah sampel yang cukup besar



EmoticonEmoticon