Saturday, 12 December 2020

TEKNIK PENGAMBILAN SAMPEL ACAK DAN TIDAK ACAK

contoh teknik pengambilan sampel


Teknik pengambilan Sampel Acak

pengambilan sampel bisa dilakukan secara acak (probabilitas) dan tidak acak (nonprobabilitas). Sampel yang diambil secara acak adalah sampel yang diambil sedemikian rupa sehingga semua individu memiliki kesempatan yang sama untuk dipilih sebagai sampel penelitian.

Teknik pengambilan sampel acak antara lain terdiri dari sampel acak sederhana (simple random sampling), sampel berstrata (stratified random sampling), sampel kelompok (cluster sampling), sampel wilayah (area probability sampling), dan sampel proporsi/imbangan (proportional sample).


Sampel acak sederhana (simple random sampling)

Dalam metode ini, peneliti mencatat subjek-subjek di dalam populasi sehingga semua subjek memperoleh kesempatan yang sama untuk dipilih menjadi sampel. Setiap subjek yang terdaftar sebagai populasi diberi nomor urut sebanyak populasi yang ada sebelum diacak untuk dipilih sebagai sampel. Jumlah sampel untuk tiap populasi biasanya didasarkan pada hal-hal berikut.

  1. Kemampuan peneliti dilihat dari segi waktu, tenaga, dan dana.
  2. Sempit atau luasnya wilayah pengamatan dari setiap subjek karena hal ini menyangkut banyak sedikitnya data.
  3. Besar-kecilnya risiko yang ditanggung oleh peneliti. Untuk penelitian yang berisiko besar, hasilnya akan lebih baik jika sampelnya lebih besar. Kebanyakan peneliti beranggapan bahwa semakin banyak sampel, atau semakin besar persentase sampel dari populasi, maka hasil penelitiannya akan semakin baik. Contohnya, jika subjeknya berjumlah seratus orang, lebih baik diambil semua dan jika lebih besar dapat diambil sekitar 10%-15% atau 20%-25%.

Sampel berstrata (stratified random sampling)

Apabila peneliti berpendapat bahwa populasi terbagi atas tingkat-tingkat atau strata, pengambilan sampel tidak boleh dilakukan secara acak karena setiap tingkatan harus terwakili. Contohnya, kita akan melakukan penelitian di salah satu SMA. Hal yang akan diteliti adalah tingkat partisipasi siswa dalam diskusi di kelas. Untuk itu, setiap jenjang tingkatan harus terwakili. Artinya, harus terdapat wakil yang akan dijadikan sampel penelitian dari siswa kelas satu sampai kelas tiga. Sampel berstrata digunakan apabila kita berpendapat bahwa ada perbedaan ciri atau karakteristik antar strata yang ada, dan perbedaan tersebut memengaruhi variabel.


Sampel kelompok (cluster sampling)

Sampling kelompok (cluster sampling) adalah salah satu teknik sampling acak yang dilakukan dengan memilih kelompok dan bukan individu yang terdapat dalam populasi. Dalam menentukan jenis duster atau kelompok, harus dipertimbangkan ciri yang ada. Di masyarakat, dapat kita jumpai kelompok-kelompok yang bukan merupakan kelas atau strata. Contohnya, untuk sekolah, ada sekolah negeri dan swasta.  Ada juga kelompok pegawai negeri, TM, pedagang, nelayan, buruh, dan sebagainya. Untuk itu, perlu kecermatan seorang peneliti.


Sampel wilayah (area probability sampling)

Sampel wilayah adalah teknik sampling yang dilakukan dengan mengambil wakil dari setiap wilayah yang terdapat dalam populasi. Sampel wilayah dilakukan apabila ada perbedaan ciri antara wilayah yang satu dan wilayah yang lain. Contohnya, kita akan meneliti keberhasilan program wajib belajar di seluruh Indonesia. Oleh karena keadaan setiap populasi itu berbeda, kita harus membuat sampel dari seluruh populasi sehingga hasilnya mencerminkan keberhasilan program tersebut.


Sampel proporsi/imbangan (proportional sample)

Teknik pengambilan sampel proporsi atau sampel imbangan dilakukan untuk menyempurnakan penggunaan teknik sampel berstrata atau sampel wilayah. Agar pengambilan sampel representatif, maka jumlah sampel atau wakil untuk setiap wilayah dibuat seimbang sesuai dengan jumlah populasinya. Contohnya, di Provinsi A, jumlah penduduk yang mengikuti program Jampersal (Jaminan Persalinan) ada 500 orang. Kita mengambil sampel 3% dari 500 orang, yaitu 15 orang. Di Provinsi B, jumlah penduduk yang mengikuti program Jampersal hanya 300 orang. Sampel yang diambil adalah 3% dari 300, yaitu 9 orang. Dengan cara seperti itu, akan terlihat keseimbangan dalam menentukan peserta Jampersal yang dijadikan sampel penelitian.


Teknik Pengambilan Sampel Tidak Acak

Pada pengambilan sampel tidak acak, setiap elemen populasi tidak mempunyai kemungkinan yang sama untuk dijadikan sampel. Peneliti mempunyai alasan untuk memilih kategori tertentu dalam pengambilan sampel. Contohnya, orang-orang lanjut usia (lansia).

Teknik pengambilan sampel tidak acak antara lain terdiri dari sampel bertujuan (purposive sample), sampel kuota (quota sample), dan sampel yang diambil beruntun (snow-ball sampling).


Sampel bertujuan (purposive sample)

Sampel ini dilakukan dengan cara pengambilan subjek bukan didasarkan pada strata, random, atau wilayah, tetapi pada tujuan tertentu. Penggunaan metode ini dilakukan dengan berbagai pertimbangan. Contohnya, karena keterbatasan waktu, tenaga, ataupun dana, kita tidak bisa mengambil sampel yang besar. Syarat-syarat yang harus dipenuhi adalah sebagai berikut.

  1. Pengambilan sampel harus didasarkan atas ciri, sifat, atau karakteristik tertentu yang merupakan ciri-ciri pokok populasi.
  2. Subjek yang diambil sebagai sampel benar-benar merupakan subjek yang paling banyak mengandung ciri-ciri yang terdapat pada populasi.
  3. Penentuan karakteristik populasi dilakukan dengan cermat di dalam studi pendahuluan. 

Contoh: kita akan meneliti perbedaan motivasi belajar antara siswa dari etnis Jawa dan Tionghoa di suatu sekolah. Mengingat subjek. telah ditentukan sejak awal, maka kita hanya akan memilih siswa dar! kedua kelompok etnis tersebut sebagai subjek penelitian. Siswa dan kelompok etnis lain tidak dijadikan subjek penelitian meskipun berada dalam sekolah yang sama.


Sampel kuota (quota sample)

Dalam pengumpulan data, peneliti menentukan sampel Bari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah (kuota) yang diinginkan terpenuhi. Teknik sampling ini tidak berdasarkan strata atau daerah, tetapi jumlah yang sudah ditentukan. Contohnya, kita akan meneliti pendapat masyarakat terhadap pelayanan dalam pengurusan Izin Mendirikan Bangunan. Jumlah sampel yang ditentukan seratus orang, Jika pengumpulan data belum didasarkan pada seratus orang, maka penelitian belum dianggap selesai karena belum memenuhi kuota.


Sampel yang diambil beruntun (snow-ball sampling)

Dalam pengumpulan data, teknik pengambilan sampel dilakukan dengan membangun jaringan responden. Awalnya seorang responden diwawancarai. Kemudian, responden tersebut akan menunjukkan responden lain. Responden lain tersebut akan menunjukkan responden berikutnya. Hal ini dilakukan secara terus-menerus. Tujuannya adalah agar jumlah anggota sampel yang diinginkan oleh peneliti terpenuhi.


Monday, 7 December 2020

MEMILIH SUBJEK PENELITIAN SEBAGAI SUMBER DATA DAN INFORMASI

contoh memilih subjek penelitian sebagai sumber data dan informasi


Subjek Penelitian

Banyak peneliti pemula terkadang bingung dengan istilah. subjek dan objek penelitian. Banyak yang mengira bahwa subjek penelitian adalah orang yang melakukan penelitian, sedangkan objek penelitian adalah orang atau sesuatu yang diteliti. Dalam konsep penelitian, subjek merujuk pada responden atau informan yang hendak dimintai informasi atau digali datanya. Sementara itu, objek merujuk pada masalah atau tema yang sedang diteliti.

T. M. Amirin mendefinisikan subjek penelitian sebagai seseorang atau sesuatu yang mengenainya ingin diperoleh keterangan. Suharsimi Arikunto melihat subjek penelitian sebagai benda, hal atau orang, dan tempat data untuk variabel penelitan melekat dan dipermasalahkan. Dari kedua definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa subjek penelitian adalah individu, benda, atau organisme yang dijadikan sumber informasi yang dibutuhkan dalam pengumpulan data penelitian.

Istilah lain yang kerap digunakan untuk menyebut subjek penelitian adalah responden, yaitu orang yang memberi respons atas suatu perlakuan yang diberikan kepadanya. Di kalangan peneliti kualitatif, subjek penelitian disebut dengan istilah informan, yaitu orang yang memberikan informasi tentang data yang diinginkan peneliti berkaitan dengan penelitian yang sedang dijalankan. Meskipun ada keberatan terhadap istilah responden untuk menyebut subjek penelitian, peneliti tetap dapat menyebut subjek penelitiannya dengan istilah responden untuk penelitian kuantitatif dan informan untuk penelitian kualitatif.


Populasi

Dalam penelitian survei, pembahasan tentang subjek penelitian dengan sendirinya akan mengarah pada pembahasan tentang populasi dan sampel penelitian. Cara populasi dilakukan jika pengambilan subjek penelitian mencangkup seluruh populasi. Sementara itu, cara sampel dilakukan ketika pengembalian subjek penelitian menggunakan sebagian dari populasi. Dalam praktiknya, peneliti cenderung menggunakan sampel sebagai subjek yang ingin diteliti karena mengingat berbagai keterbatasan.

Penelitian kualitatif pada umumnya tidak pernah menggunakan sampel sebagai subjek penelitiannya. Hal ini disebabkan jumlah subjek yang menjadi informan dalam penelitian kualitatif pada umumnya relatif sedikit jika dibandingkan dengan penelitian kuantitatif.


Sampel

Penggunaan sampel dalam penelitian diperbolehkan selama sampel tersebut dapat mewakili populasinya dengan baik dan selama teknik pengambilan sampel dilakukan dengan benar. Oleh karena itu, pemilihan sampel penelitian tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Bagaimana cara pengambilan sampel? Melalui uraian berikut, hal tersebut akan dijelaskan.

Pengambilan sampel dilakukan karena sering tidak mungkin melakukan pengamatan terhadap populasi yang sangat besar. Contohnya, pengamatan terhadap segenap warga Jakarta. Tujuan penentuan sampel adalah untuk memperoleh keterangan mengenai objek penelitian dengan cara mengamati sebagian dari populasi sebagai representasi.

Suatu metode pengambilan sampel yang ideal mempunyai sifat-sifat sebagai berikut.

  1. Dapat menghasilkan gambaran yang dapat dipercaya dari seluruh populasi yang diteliti.
  2. Dapat menentukan presisi (perbedaan hasil yang didapat dari contoh/sampel) dari hasil penelitian dengan jalan penyimpangan baku dari data yang diperoleh.
  3. Sederhana dan mudah dilaksanakan,
  4. Dapat memberikan keterangan sebanyak mungkin dengan biaya yang serendah mungkin.
  5. Penghematan yang nyata dalam hal waktu, tenaga, dan biaya jika dibandingkan dengan pencacahan lengkap.

Sementara itu, tujuan pengambilan sampel adalah sebagai berikut. 

  1. Mengadakan pengurangan (reduksi) terhadap jumlah objek yang diteliti. Tidak semua populasi atau peristiwa akan diteliti, tetapi hanya sebagian,
  2. Mengadakan generalisasi terhadap hasil penelitian. Generalisasi di sini berarti membuat kesimpulan ringkas terhadap fenomena yang sangat banyak jumlahnya.
  3. Menonjolkan sifat-sifat umum dari populasi. Untuk itu, orang berusaha mengeliminasi ciri-ciri yang khas individual. Setiap anggota populasi dianggap berbeda dari keadaan rata-rata populasi. Kondisi sebagian dari anggota populasi lebih kecil atau lebih besar dari keadaan rata-rata.
Akan tetapi, jika dilihat secara keseluruhan, sifat yang berbeda (yang khas dan yang individual) tadi tidak ditampakkan secara menonjol. Yang lebih dikemukakan ialah sifat-sifat umumnya. Dalam hal ini adalah keadaan rata-ratanya. Namun demikian, untuk menjaga agar ciri-ciri khas individual itu tidak banyak dihilangkan, perlu diusahakan jumlah sampel yang cukup besar


Sunday, 6 December 2020

KARAKTERISTIK DAN KETERBATASAN PENELITIAN KUANTITATIF DAN KUALITATIF

contoh karakteristik dan keterbatasan penelitian kuantitatif dan kualitatif


Penelitian Kuantitatif

pendekatan kuantitatif dalam penelitian sosial banyak dipengaruhi oleh perkembangan ilmu eksakta. Hal tersebut mengakibatkan pendekatan ini memiliki aturan yang ketat dan kerap terjadi intervensi terhadap subjek yang  diteliti. Secara umum, beberapa ciri penelitian kuantitatif adalah sebagai berikut.

  1. Ada intervensi terhadap subjek. Peneliti kuantitatif akan melakukan intervensi terhadap realitas sosial dengan menggunakan perlakuan tertentu. Peneliti dapat mengondisikan subjek dengan cara memberikan perlakuan tertentu, misalnya pemberian angket atau pengondisian perilaku terentu.
  2. Data berupa angka. Data dalam penelitian kuantitatif banyak didominasi angka sebagai hasil suatu pengukuran berdasarkan pada variabel yang telah dioperasionalkan.
  3. Subjek banyak. Mengingat salah satu tujuan penelitian kuantitatif adalah untuk melakukan generalisasi, maka subjek penelitian yang dibutuhkan cukup banyak.
  4. Terdapat jarak dalam interaksi antara peneliti dan subjek penelitian untuk menjaga objektivitas penelitian
  5. Analisis data setelah data terkumpul. Analisis data dilakukan pada akhir proses penelitian setelah pengumpulan data dilaksanakan dan bersifat deduktif.

Tidak ada satupun model pendekatan penelitian yang sempurna. Penelitian dengan menggunakan pendekatan kuntitatif memiliki keterbatasan dalam beberapa hal berikut

  1. Lama dalam proses perencanaan penelitian. Sebelum turun ke lapangan, peneliti harus mempersiapkan perencanaan penelitian secara ketat dalam wujud proposal penelitian. Kegiatan ini sering kali memakan waktu yang cukup lama
  2. Sulit memperdalam data. Hal ini disebabkan alat utama dalam pengumpulan data adalah instrumen, seperti angket sehingga peneliti kesulitan untuk mendapatkan data lebih dan yang tertulis di dalam angket.


Penelitian Kualitatif

Secara sederhana dapat dikatakan bahwa penelitian kualitatif adalah kegiatan meneliti informan (subjek penelitian) dalam lingkungan hidup kesehariannya. Oleh karena itu, peneliti sebisa mungkin berinteraksi secara dekat dengan informan untuk mengamati dan mengenal secara dekat kehidupan subjek penelitian. Sebagaimana dipaparkan para ahli, pendekatan kualitatif memiliki beberapa ciri. Berikut ini adalah beberapa ciri penelitian kualitatif.

  1. Bersifat alamiah. Peneliti tidak berusaha memanipulasi setting penelitian ataupun melakukan intervensi terhadap aktivitas subjek penelitian.
  2. Data penelitian bersifat deskriptif. Data penelitian berupa narasi cerita, penuturan informan, dokumen-dokumen pribadi, seperti foto, dan catatan pribadi.
  3. Subjek terbatas. Sumber data dalam penelitian kualitatif adalah orang-orang yang dianggap tahu dengan fenomena yang diteliti.
  4. Kontak personal secara langsung. Dalam proses pengumpulan data, terjadi kontak langsung antara peneliti dengan subjek yang diteliti.
  5. Analisis data dilakukan secara induktif. Metode penelitian kualitatif lebih berorientasi pada eksplorasi dan penemuan dan tidak bermaksud untuk menguji teori.


Sebagaimana halnya dengan pendekatan kuantitatif, pendekatan kualitatif juga memiliki sisi keterbatasan. Beberapa keterbatasan pendekatan kualitatif adalah sebagai berikut.

1. Kualitas penelitian tergantung pada pengalaman peneliti sebagai

2. instrumen penelitian (human instrument).

3. Subjektivitas tinggi

4. Perubahan perilaku informan

5. Waktu pengumpulan data yang lama

6. Tidak adanya prosedur standar

7. Interprestasi yang berbeda antarpeneliti


Banyak istilah yang digunakan untuk menyebut penelitian kualitatif, di antaranya adalah studi kasus, fenomenologi, etnometodologi, dan etnografi.

Studi Kasus

R.C. Bogdan mendefinisikan studi kasus sebagai kajian yang rinci atas suatu peristiwa tertentu. Sementara itu, Robson menempatkan studi kasus sebagai suatu strategi untuk melakukan penelitian. Studi kasus juga dapat didefinisikan sebagai suatu penyelidikan intensif tentang seorang individu. Namun, studi kasus terkadang dapat dipergunakan untuk menyelidiki unit sosial yang kecil, seperti keluarga dan kelompok-kelompok geng.

Fenomenologi

Edmund Husserl berpendapat bahwa objek ilmu tidak terbatas pada hal-hal yang empiris, tetapi juga mencakup fenomena yang berada di luar itu. Contohnya, persepsi kemauan, keyakinan, dan pemikiran subjek tentang "sesuatu" di luar dirinya. Penelitian dengan berlandaskan fenomenologi melihat objek penelitian dalam satu konteks naturalnya. Seorang peneliti kualitatif yang menggunakan dasar fenomenologi melihat suatu peristiwa tidak secara parsial, lepas dari konteks sosialnya karena satu fenomena yang sama dalam situasi yang berbeda akan memiliki makna yang berbeda pula.

Etnometodologi

lstilah etnometodologi dikemukakan oleh Harold Garfinkel. Etnometodologi merupakan cara mempelajari perilaku sosial dengan mendeskripsikan sebagaimana adanya. Pendekatan ini tidak mengembangkan informasi melalui interview atau kuesioner, tetapi tergantung pada interaksi pembicaraan secara wajar.

Etnografi

Etnografi kerap dimaknai sebagai usaha untuk mendeskripsikan kebudayaan dan aspek-aspek kebudayaan. Selain itu, ada yang mengartikannya sebagai penelaahan kebudayaan dan aspek-aspeknya dengan meletakkan dan mempertimbangkan latar belakang permasalahan secara menyeluruh, tanpa menghindari kerumitannya. Pendekatan etnografi ini lebih berkembang di lingkungan antropologi. Sebagai bentuk penelitian sosial, etnografi memiliki karakteristik sebagai berikut.

  1. Menekankan penggalian alamiah fenomena sosial yang khusus dan tidak bertujuan menguji hipotesis.
  2. Cenderung bekerja dengan data yang terstruktur dan rancangan penelitiannya bersifat terbuka.
  3. Peneliti bertindak sebagai instrumen pengumpul data yang berusaha menggali data atau informasi.
  4. Kasus yang diteliti sedikit atau hanya satu kasus raja dan dikaji secara mendalam.
  5. Analisis data tentang makna dan fungsi perilaku manusia ditafsirkan secara ekplisit dalam bentuk deskiripsi dan penjelasan verbal
  6. Tidak menggunakan analisis statistik, tetapi tidak berarti menolak data berupa angka


Saturday, 5 December 2020

PENDEKATAN PENELITIAN KUANTITATIF DAN KUALITATIF

contoh pendekatan penelitian kuantitatif dan kualitatif


Dalam penelitian, terdapat dua macam pendekatan, yaitu pendekat, kualitatif dan kuantitatif. Dalam hal pengamatan, pendekatan kuantitatif melakukan pengamatan melalui kacamata yang sempit pada serangkaian variabel yang telah disusun sebelumnya. Sementara itu, pendekatan kualitatif melakukan pengamatan melalui kacamata yang lebih lebar dan mencoba untuk mencari pola hubungan antar konsep yang belum ditentukan sejak awal. Dalam hal pengumpulan data, instrumen pengumpul data merupakan alat yang diunggulkan pada pendekatan kuantitatif. Sementara itu, dalam pendekatan kualitatif peneliti bertindak sebagai instrumen itu sendiri sehingga muncul istilah human instrument.


Untuk lebih jelasnya, perbedaan antara kedua pendekatan sebagai berikut.

1. Masalah yang diteliti

  • Pendekatan Kuantitatif, menekankan beberapa variabel
  • Pendekatan Kualitatif, menekankan banyak aspek dari satu variabel

2. Tujuan

  • Pendekatan Kuantitatif, menguji teori dan menegakkan fakta-fakta
  • Pendekatan Kualitatif, mengembangkan kepekaan konsep dan penggambaran realitas yang tidak tunggal

3. Objek yang diteliti

  • Pendekatan Kuantitatif, perilaku manusia dan fenomena alam
  • Pendekatan Kualitatif, perilaku manusia, proses kerja

4. Sampel

  • Pendekatan Kuantitatif, besar, memiliki kelompok kontrol yang dipilih secara random dengan pertimbangan strata yang ada
  • Pendekatan Kualitatif, kecil, tidak representatif dengan tujuan tertentu

5. Metode Pengumpulan Data

  • Pendekatan Kuantitatif, angket, wawancara, observasi, check list
  • Pendekatan Kualitatif, lebih menekankan pada observasi dan wawancara

6. Bentuk Data

  • Pendekatan Kuantitatif, berupa angka atau data kualitatif yang diangkakan
  • Pendekatan Kualitatif, kata-kata kalimat, gambar, perilaku, replika, manuskrip

7. Sifatnya

  • Pendekatan Kuantitatif, deskriptif, komparatif, asosisatif
  • Pendekatan Kualitatif, deskriptif


Selain memiliki beberapa perbedaan, kedua pendekatan tersebut juga memiliki sejumlah persamaan. Beberapa persamaan tersebut adalah sebagai berikut.

  1. Pada tahap awal, kedua pendekatan sama-sama berusaha untuk meneliti
  2. Dalam mencari informasi awal, kedua pendekatan terkadang menggunakan metode yang sama, seperti observasi, wawancara, dan dokumentasi.
  3. Data yang telah diperoleh sama-sama diolah dan kemudian dibuat laporan penelitian.


Friday, 4 December 2020

MENENTUKAN TOPIK ATAU MASALAH SOSIAL SEBAGAI FOKUS PENELITIAN

contoh cara menentukan topik sebagai fokus penelitian


Setelah mengetahui apa saja yang terdapat dalam rancangan penelitian, Anda dapat memperkirakan apa saja yang akan Anda lakukan dalam penelitian. Lantas, apa langkah pertama yang kita lakukan jika kita akan meneliti?


Ketika hendak melakukan penelitian, persoalan pertama yang kita hadapi adalah penentuan topik penelitian. Sering kita menjadi bingung karena banyaknya permasalahan yang menarik untuk diteliti. Karena itu, suatu permasalahan yang dipilih untuk diteliti haruslah benar-benar menarik. Menentukan masalah yang akan diteliti merupakan langkah pertama yang harus dilakukan oleh seorang peneliti. Masalah itu dituangkan dalam kalimat judul atau topik suatu penelitian.


Seseorang ingin mengadakan penelitian karena ingin mendapatkan jawaban dari masalah yang dihadapi. Masalah-masalah tersebut datang dari berbagai sumber. Contohnya, buku, koran, majalah, TV, atau radio. Selain itu, masalah juga bisa datang dari pengamatan, hasil wawancara dengan para pakar, atau dari hasil berpikir tentang fenomena yang sedang terjadi. Tentunya, masalah yang paling baik adalah masalah yang kita temukan dalam kehidupan sehari-hari dan berkaitan dengan pengalaman kita. Contohnya, kalian menjumpai beberapa teman di sekolah yang kerap terlibat tawuran. Selanjutnya, kalian mengetahui bahwa teman-teman tersebut merupakan anggota dari geng yang sama. Berdasarkan hal itu, timbul keinginan kalian untuk mengadakan penelitian terhadap teman-teman tersebut. Ini merupakan contoh penemuan masalah yang dapat dijadikan bahan penelitian. Dari masalah tersebut, kita dapat menentukan suatu topik penelitian, misalnya "pengaruh pergaulan dalam geng terhadap keterlibatan pelajar dalam tawuran".


Dalam menentukan topik penelitian, ada beberapa hal yang harus

diperhatikan, antara lain sebagai berikut. 

1. Topik penelitian harus sesuai dengan minat peneliti

Topik penelitian yang sesuai dengan minat peneliti akan menumbuhkan semangat dan gairah tersendiri bagi peneliti saat melakukan penelitian. Masalah yang menarik namun tidak sesuai dengan minat peneliti akan memberikan hasil yang kurang memuaskan.

2. Topik yang dipilih haruslah topik yang bisa diteliti oleh peneliti

Artinya, peneliti mempunyai kemampuan melakukan penelitian tersebut. Ditinjau dari sudut si peneliti, ada empat pertimbangan untuk menentukan dapat dilaksanakan atau tidaknya suatu penelitian.

  • Peneliti mempunyai kemampuan untuk meneliti masalah itu. Artinya, peneliti menguasai teori yang melatarbelakangi masalah dan metode pemecahannya.
  • Peneliti mempunyai waktu yang cukup untuk melakukan penelitian.
  • Peneliti mempunyai tenaga untuk melaksanakannya. Artinya, peneliti mempunyai fisik yang kuat untuk merencanakan, menyusun, dan mengumpulkan data.
  • Peneliti mempunyai dana cukup untuk membiayai kegiatan penelitian.

3. Data cukup tersedia

Artinya, data di lapangan cukup tersedia dan mudah diperoleh, sehingga peneliti dimudahkan dalam pembuatan laporan.

4. Topik memiliki kegunaan praktis, bermanfaat, dan penting untuk diteliti.

Hasil penelitian diharapkan dapat berguna untuk dirinya, masyarakat, serta ilmu pengetahuan. Peneliti harus memilih masalah yang belum pernah diteliti atau melanjutkan penelitian yang sudah pernah dilakukan orang lain. Dengan demikian, peneliti akan mendapatkan sesuatu yang baru dari hasil penelitian tersebut.


Setelah mendapatkan topik penelitian, hal selanjutnya yang perlu Anda lakukan adalah merumuskan pertanyaan masalah penelitian tersebut. bagaimana cara merumuskan pertanyaan masalah penelitian?


Telah kita bahas bahwa sumber masalah penelitian dapat diperoleh melalui hash membaca buku, koran, Internet, pengalaman di lapangan, hasil pengamatan atau wawancara dengan para pakar. Permasalahan dalam penelitian akan memberikan isi dan pengarahan dalam proses pelaksanaan penelitian.


Setelah sumber diperoleh, dibuat rumusan masalah dalam penelitian. Rumusan masalah dibuat dalam bentuk pertanyaan dan menggambarkan hubungan antar variabel yang akan diteliti. Apabila rumusan masalah telah dibuat, selanjutnya kita kembangkan secara rinci ke dalam bentuk-bentuk pertanyaan. Pertanyaan-pertanyaan ini akan menuntun pencarian data yang diperlukan untuk menjawab permasalahan.


Pertanyaan-pertanyaan dirumuskan secara tertulis. Maka, perlu diperhatikan penggunaan bahasa yang baik agar tidak terjadi salah tafsir. Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut.

a) Gunakan bahasa yang mudah dipahami.

b) Pilihlah kata-kata yang mengandung arti yang sama bagi semua orang.

c) Gunakan kalimat pendek yang tidak menyulitkan pemahaman.


Thursday, 3 December 2020

METODOLOGI PENELITIAN SOSIAL

contoh metodologi penelitian

Dalam bagian metodologi, paling tidak terdapat empat bagian inti, yakni jenis penelitian, teknik pengumpulan data, teknik analisis data, dan unit analisis.


Jenis penelitian

Jenis penelitian pada intinya merupakan bentuk penelitian yang ingin dilaksanakan oleh peneliti. Jenis penelitian berkaitan erat dengan masalah penelitian dan cara atau teknik pengumpulan data.

Contoh: Bila masalah penelitian adalah mencari hubungan antar variabel, maka jenis penelitian yang tepat adalah penelitian eksplanasi dengan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan wawancara pendukung.


Teknik pengumpulan data

Sebelum membahas teknik pengumpulan data, kita perlu mengetahui data terlebih dahulu. Secara umum, data terbagi atas data primer dan sekunder.

  1. Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari lapangan penelitian, seperti data yang diperoleh dari kuesioner yang dibagikan atau wawancara langsung dengan objek penelitian.
  2. Data sekunder adalah data yang tidak diperoleh secara langsung dari lapangan, misalnya dari koran, dokumen, dan bacaan lainnya.

Dalam penelitian sosial, teknik pengumpulan data yang biasa digunakan adalah kuesioner atau angket, wawancara, observasi, dan studi literatur. Teknik yang digunakan tergantung pada rumusan masalah, tujuan penelitian, hipotesis, dan sampel yang digunakan. Contohnya, bila sampel yang digunakan dalam jumlah besar, teknik pengumpulan data yang tepat digunakan adalah teknik kuesioner. Namun, dalam penelitian sosial, biasanya para peneliti menggunakan lebih dari satu teknik pengumpulan data untuk mengurangi kesalahan atau bias data dari teknik yang digunakan.


Teknik-teknik pengumpulan data tersebut memiliki alat atau instrumen pengumpulan data masing-masing. Teknik kuesioner menggunakan instrumen kuesioner atau angket. Teknik wawancara menggunakan instrumenpedoman wawancara. Teknik observasi menggunakan pedoman observasi. Teknik studi literatur menggunakan instrumen literaturyang ada.


Teknik analisis data

Teknik analisis data merupakan cara mengolah data yang telah diperoleh dari lapangan. Hasil analisis data ini merupakan jawaban atas pertanyaan masalah yang diajukan peneliti pada bagian perumusan masalah.

Teknik analisis data harus disesuaikan dengan jenis pendekatan penelitian. Berdasarkan hal tersebut, teknik analisis data dibagi atas dua macam teknik, yakni kuantitatif dan kualitatif. Teknik analisis data secara kuantitatif menggunakan rumus-rumus statistik dalam mengolah data. Teknik analisis data secara kualitatif menggunakan analisis fenomena yang terjadi di lapangan dikaitkan dengan teori yang ada. Teknik analisis ini dapat kita pelajari lebih dalam pada bagian lain buku ini.


Unit analisis

Unit analisis merupakan satuan atau objek yang diteliti. Contohnya, sebuah organisasi (sekolah, pemda, DPR, dan sebagainya), kelompok masyarakat (golongan miskin, pengangguran, dan mahasiswa), dan individu.


Wednesday, 2 December 2020

RANCANGAN PENELITIAN SOSIAL

contoh rancangan penelitian

Anda telah mengetahui apa yang dimaksud dengan proses berpikir, definisi penelitian, dan prosedur penelitian. Untuk memulai suatu penelitian, Anda telah mengetahui bahwa hal pertama yang dilakukan adalah membuat rancangan penelitian. Pada kali ini akan dijelaskan mengenai apa saja yang terdapat dalam rancangan penelitian.


Dalam rancangan penelitian, terdapat gambaran umum tentang penelitian itu sendiri. Umumnya, rancangan penelitian terdiri dari delapan bagian besar, yaitu latar belakang masalah, perumusan masalah, pertanyaan penelitian, tujuan dan manfaat penelitian, penelitian terdahulu, landasan teori, hipotesis, dan metodologi penelitian.


Penelitian Terdahulu

Dalam merancang penelitian, peneliti perlu mencantumkan hasil penelitian terdahulu. Dengan melacak penelitian terdahulu, peneliti dapat menghindari duplikasi penelitian dan dapat memosisikan kedudukan penelitian yang tengah dilakukan. Hasil penelitian terdahulu juga dapat dijadikan sebagai data pendukung.


Selain itu, pencantuman hasil penelitian terdahulu sangat penting untuk mengetahui sejauh mana penelitian dengan tema yang sama telah dilaksanakan. Contohnya, dengan mencari informasi penelitian terdahulu, tentang hubungan permainan tradisional dengan keterampilan sosial anak. peneliti dapat memosisikan penelitiannya. peneliti dapat mengetahui apakah penelitian dengan tema serupa pernah dilakukan ataukah penelitiannya merupakan penelitian rintisan.


Latar Belakang Masalah

Dalam bagian ini, peneliti harus mengemukakan alasan dipilihnya suatu masalah atau topik yang akan dijadikan bahan penelitian. Singkatnya yang harus ada dalam bagian ini adalah mengapa masalah itu perlu diteliti dan apa yang melatarbelakanginya. Di latar belakang masalah, jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut harus diuraikan. Jawaban harus disertai Pula pemaparan alasan yang kuat bagi dilakukannya suatu penelitian. Dalam latar belakang masalah, dikemukakan juga fakta-fakta sementara yang diperoleh peneliti dari pengamatan dan studi kepustakaannya. Beberapa ahli menyebut kegiatan ini sebagai kegiatan pra survei untuk memperkuat alasan seorang peneliti dalam mengambil sebuah topik permasalahan.


Alasan pemilihan masalah tentu beragam, tergantung tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian. Dalam menentukan suatu masalah, hal yang perlu dipertimbangkan adalah sejauh mana urgensi dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari masyarakat, serta aspek kepraktisan seperti fakta dan data yang dapat diperoleh, dana, dan tenaga. Hal-hal itu kemudian menjadi alasan bagi peneliti untuk mengajukan topik tersebut.


Pertanyaan yang perlu ada dalam benak peneliti ketika membuat latar belakang masalah, adalah "kenapa masalah ini penting?" Untuk menjawab pertanyaan ini, peneliti akan memulainya dari sesuatu yang umum hingga pada akhirnya menyempit pada titik permasalahan. Contohnya, peneliti ingin meneliti pengaruh permainan tradisional terhadap keterampilan sosial anak. Peneliti akan mulai memaparkan latar belakang masalahnya dengan menyoroti perkembangan permainan modern dan sosial media. Selanjutnya, peneliti mendeskripsikan fakta tentang permainan tradisional yang mulai ditinggalkan dan pola sosialisasi anak yang semakin hari semakin individual. Akhirnya peneliti akan masuk pada keterkaitan antara permainan tradisional dan keterampilan sosial anak. Dalam menjelaskan hal-hal tersebut jangan lupa untuk memberikan data-data pendukung.


Perumusan Masalah

Perumusan masalah penelitian merupakan kelanjutan dari latar belakang masalah, tetapi berbeda penekanan. Pada permasalahan penelitian, pertanyaan yang ingin diangkat adalah "Apa yang menjadi permasalahan dalam tema ini?" Kembali ke contoh dalam bagian latar belakang masalah tentang pengaruh permainan tradisional terhadap keterampilan sosial anak. Dalam perumusan masalah, peneliti akan memasukkan unsur-unsur yang dapat menjadi jawaban atas pertanyaan di atas. Peneliti dapat. memulainya dengan menjelaskan pentingnya keterampilan bersosialisasi dalam perkembangan kepribadian anak, kemudian menjelaskan dampak permainan modern terhadap pola sosialisasi.


Terakhir, peneliti dapat menjelaskan pengaruh positif permainan tradisional terhadap keterampilan sosial anak. jangan lupa untuk menambahkan data-data pendukung baik data statistik maupun data lainnya.


Pertanyaan Penelitian

Dan permasalahan yang telah dipaparkan, peneliti merancang pertanyaan penelitian. Pertanyaan penelitian berfungsi sebagai dasar penelitian yang akan dilakukan. Ini karena pertanyaan penelitian adalah hal-hal  yang ingin dijawab melalui penelitian. Selain itu, pertanyaan penelitian menjadi "rambu - rambu"  sehingga penelitian dapat terfokus. Seorang peneliti sebaiknya merancang pertanyaan penelitian tidak lebih dari tiga pertanyaan.

Contoh:

1. Bagaimana keterampilan sosial anak yang tidak memainkan permainan tradisional?

2. Bagaimana keterampilan sosial anak yang memainkan permainan tradisional?

3. Apakah terdapat pengaruh yang signifikan antara permainan tradisional terhadap peningkatan keterampilan sosial anak?


Tujuan dan Manfaat

Beberapa peneliti biasa menempatkan kedua hal ini dalam satu bagian yang sama. Namun, peneliti lain membedakan atau menyajikan dalam bagian yang terpisah.


Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian merupakan rumusan masalah dalam bentuk kalimat pernyataan.

Contoh:

Rumusan masalah : Bagaimana pengaruh permainan tradisional terhadap keterampilan sosial anak?

Tujuan penelitian : Mengetahui pengaruh permainan tradisional terhadap keterampilan sosial anak.

Tujuan penelitian juga sangat berkaitan dengan kesimpulan. Bela masalah penelitian merupakan hal yang dipertanyakan dan tujuan penelitian merupakan jawaban yang ingin dicari, maka kesimpulan merupakan jawaban yang diperoleh.


Manfaat penelitian

Manfaat penelitian merupakan kegunaan nyata dari hasil yang akan dicapai melalui sebuah penelitian. Contohnya, mengenalkan permainan tradisional yang,

mulai ditinggalkan kepada anak-anak. Selain bersifat Contohnya praktis, manfaat penelitian juga dapat bersifat teoretis.

menambah khasanah pengetahuan tentang faktor-faktor yang memengaruhi keterampilan sosial anak.


Landasan Teori

Landasan teori merupakan telaah masalah penelitian berdasarkan teori-teori atau bacaan-bacaan. Landasan teori adalah dasar teoretis bagi penulis untuk menjawab masalah penelitian. Agar memiliki pengetahuan yang luas terhadap masalah penelitian, seorang peneliti haruslah membaca berbagai bacaan yang relevan dengan penelitian, mulai dari konsep-konsep tentang variabel penelitian hingga metodologi penelitian, seperti jenis penelitian, teknik pengumpulan data, dan teknik pengolahan data. Bacaan-bacaan tersebut akan sangat membantu peneliti dalam melakukan penelitian dengan benar. Beberapa jenis penelitian tidak memerlukan landasan teori yang kuat, seperti jenis penelitian eksplorasi. Jenis penelitian ini membangun teori pada saat pelaksanaan penelitian. Hal ini disebabkan penulis tidak memiliki pengetahuan yang cukup tentang masalah yang diteliti. Ada kalanya pada bagian landasan teori dimasukkan pula definisi konsep dan definisi operasional agar pembaca lebih memahami alur penelitian tersebut. Definisi konsep adalah definisi dari variabel-variabel yang ingin diteliti. Definisi operasional merupakan penjabaran dari variabel-variabel yang ingin diteliti sehingga variabel tersebut dapat diukur. Karena itulah definisi operasional sering disebut operasionalisasi dari definisi konsep. Contohnya, penelitian pengaruh permainan tradisional terhadap keterampilan sosial anak.


Hipotesis

Hipotesis merupakan kemungkinan jawaban atas masalah penelitian. Disebut kemungkinan karena belum dibuktikan lewat penelitian di lapangan. Hipotesis dinyatakan .dalam bentuk pernyataan yang menghubungkan variabel-variabel penelitan. Contoh:

Hipotesis : Permainan tradisional berpengaruh terhadap keterampilan sosial anak.

Variabel 1 : Permainan tradisional. 

Variabel 2 : Keterampilan sosial anak. 

Beberapa jenis penelitian tidak memerlukan hipotesis. Contohnya, jenis penelitian deskriptif yang hanya berusaha menggambarkan masalah. Dapat dikatakan bahwa penelitian menggunakan hipotesis bertujuan menguji hipotesis tersebut. Denis penelitian yang biasa menggunakan hipotesis antara lain penelitian eksplanasi dan eksplorasi. Hipotesis didapat dari jawaban sementara atas pertanyaan penelitian. Hipotesis dapat dibagi sebagai berikut.

1. Hipotesis nol (Ho). Hipotesis nol adalah dugaan awal sebelum dilakukan penelitian. Dugaan ini biasanya berisi apa yang ingin dipatahkan atau ditolak dengan melakukan penelitian. Contoh: Tidak ada perbedaan tingkat kedisiplinan antara siswa perempuan dan laki-laki. 

2. Hipotesis kerja atau alternatif (Ha). Hipotesis kerja adalah dugaan yang ingin dibuktikan oleh peneliti. Hipotesis kerja menyatakan adanya hubungan antara variabel X dan Y, atau adanya perbedaan antara dua kelompok. Contoh: Tingkat kedisiplinan siswa perempuan lebih tinggi daripada tingkat kedisiplinan siswa laki-laki.

Ciri – ciri sebuah hipotesis yang baik adalah sebagai berikut

a) Bisa diterima dengan akal sehat

b) Menyatakan hubungan antar variabel penelitian

c) Dapat diuji

d) Dinyatakan secara singkat dan dalam bentuk kalimat pernyataan

e) Konsisten dengan teori dan fakta yang dibangun










Tuesday, 1 December 2020

JENIS JENIS PENELITIAN SOSIAL

contoh jenis jenis penelitian


Penelitian berdasarkan tujuannya

        Berdasarkan tujuannya, dapat digolongkan menjadi dua Berdasarkan tujuannya, penelitian dapat kelompok berikut.

         1. Penelitian Dasar

                Kegiatan utama penelitian dasar (basic research) adalah mengumpulkan 

                informasi guna menyusun konsep dan hubungan, serta teori untuk menemukan

                prinsip-prinsip umum mengenai suatu topik yang nyata dalam masyarakat.

                Contohnya, penelitian yang dilakukan Cliford Geertz mengenai Islam di Jawa.

         2. Penelitian Terapan

                Penelitian terapan (applied research) berusaha menerapkan, menguji, dan

                mengevaluasi kemampuan suatu teori dalam memecahkan suatu persoalan

                dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian terapan diarahkan pada penggunaan

                hasil penelitian secara praktis dalam kehidupan sehari-hari. Hasil penelitian

                terapan biasanya fokus pada suatu masalah di lokasi tertentu untuk ditemukan

                solusinya. Contohnya, penelitian di suatu daerah mengenai seringnya terjadi

                tawuran antar warga. Penelitian dilakukan untuk mengetahui penyebab dan

                mencari solusi untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

        Terdapat jenis lain dalam penelitian terapan, yaitu penelitian evaluasi. Penelitian evaluasi ini dilakukan untuk menilai pelaksanaan suatu program. Contohnya, penelitian tentang evaluasi penggunaan laptop dan proyektor sebagai alat bantu mengajar guru di satu sekolah selama satu tahun ajaran.


Penelitian berdasarkan metodenya

        Menurut metodenya, penelitian dapat dibagi menjadi beberapa jenis.

           1. Penelitian Historik

                 Fokus kajian penelitian historik adalah peristiwayang telah terjadi

                 di masa lampau. Penelitian ini berdasarkan pada deskripsi lisan

                 maupun tulisan dari objek penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk

                 membuat rekonstruksi masa lampau secara sistematis dan objektif.

                 Contohnya, penelitian tentang stratifikasi sosialpada masa penjajahan

                 Belanda.

           2. Penelitian Survei

                 Dalam penelitian survei, seorang peneliti berusaha untuk memperoleh

                 informasi dari berbagai kelompok atau orang dengan cara penyebaran

                 atau kuesioner. Secara umum, penelitian ini bertujuan untuk

                 memecahkan masalah-masalah praktis dalam kehidupan sehari-hari, 

                 misalnya tawuran antar pelajar. Metode penelitian survei banyak

                 digunakan oleh para peneliti sosial di Indonesia untuk mengkaji

                 berbagai fenomena sosial,

           3. Penelitian Eksperimen

                 Dalam penelitian eksperimen, seorang peneliti merekayasa dan

                 penelitian. mengontrol situasi alamiah menjadi situasi buatan sesuai

                 dengan tujuan penelitian. Contohnya, kajian tentang "pengaruh guru

                 (represif dan partisipatoris) terhadap prestasi belajar siswa".

                 Penelitian dilakukan dengan membagi kelas menjadi dua kelompok.

                 Kelompok pertama diajar oleh guru dengan metode pendekatan represif,

                 sedangkan kelompok kedua diajar menggunakan pendekatan partisipatoris.

                 Setelah periode tertentu, diadakan tes untuk mengukur prestasi belajar kedua

                 kelompok siswa tersebut. Jika terdapat perbedaan prestasi belajar di antara

                 kedua kelompok tersebut, maka dapat dikatakan bahwa metode pendekatan

                 guru dalam mengajar berpengaruh terhadap prestasi belajar.

           4. Penelitian Observasi

                Tujuan penelitian observasi adalah memperoleh berbagai data konkret

                secara langsung di lapangan. Melalui penelitian observasi, seorang

                peneliti dapat memperoleh gambaran tentang kehidupan sosial suatu

                masyarakat yang sulit diketahui dengan metode lainnya.


Penelitian berdasarkan taraf pemberian informasi

        Berdasarkan taraf pemberian informasi, penelitian dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu penelitian eksplorasi, deskriptif, dan eksplanasi.

           1. Penelitian eksploratif. 

                Penelitian ini menggali suatu gejala yang masih baru. Mengingat

                bahwa topik yang akan diteliti merupakan topik yang baru, maka

                penelitian ini memiliki sifat kreatif, fleksibel, serta terbuka pada

                berbagai informasi yang ada. Penelitian ini biasanya menghasilkan

                teori-teori baru atau pengembangan dari teori yang sudah ada.

                Penelitian ini biasa diidentikkan dengan penelitian yang

                menggunakan pertanyaan "apa" dan "siapa". Tujuan penelitian ini adalah:

                a.  untuk mengembangkan gagasan dasar mengenai topik baru, dan

                b.  memberikan dasar bagi penelitian lanjutan.

           2. Penelitian deskriptif.

                Penelitian ini memberikan gambaran yang detail tentang suatu

                gejala atau fenomena. Penelitian merupakan kelanjutan dari

                penelitian eksporatif. Penelitian eksploratif telah menyediakan

                gagasan dasar sehingga penelitian ini mengungkapkan secara

                lebih detail. Penelitian ini diindentikkan dengan penelitian yang

                menggunakan pertanyaan "bagaimana". Tujuan dari penelitian ini adalah:

                a.  menggambarkan mekanisme sebuah proses, dan

                b.  menciptakan sepotangkat kategori atau pola.

           3. Penelitian eloplanasi.

                Penelitian ini dilakukan untuk menemukan penjelasan tentang

                mengapa suatu kejadian atau gejala terjadi. Hasil akhir dari

                penelitian ini adalah gambaran mengenai hubungan sebab akibat. 

                Penelitian ini sering kali diidentikkan dengan penelitian yang

                menggunakan pertanyaan "mengapa" dalam upaya mengembangkan

                informasi yang ada. Tujuan dari penelitian eksplanasi adalah:

                a.  menghubungkan pola-pola yang berbeda namun memiliki keterkaitan, dan

                b.  menghasilkan pola hubungan sebab akibat.


Penelitian berdasarkan data yang dikumpulkan

           Berdasarkan data yang dikumpulkan, penelitian dibagi menjadi penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif.

           1. Penelitian kuantitatif

                Penelitian ini menekankan pada jumlah data yang dikumpulkan. Penelitian

                ini hanya melihat data pada lapisan permukaan, seperti jenis kelamin,

                tingkat pendidikan, jenis pekerjaan, dan besarnya penghasilan. Data

                yang diperoleh kemudian dianalisis secara statistik. Pendekatan

                penelitian ini menggunakan teknik survei.

           2. Penelitian kualitatif

                Penelitian ini menekankan pada kualitas data atau kedalaman data

                yang diperoleh. Teknik yang digunakan adalah wawancara. Data

                untuk jenis penelitian ini tidak dianalisis dengan statistik.


Penelitian berdasarkan tempat pelaksanaannya

         Berdasarkan tempat pelaksanaannya, penelitian dapat dibedakan menjadi:

           1.  Penelitian laboratorium.

                Penelitian ini dilakukan dalam suatu tempat khusus untuk mengadakan

                studi ilmiah dan kerja ilmiah. Tujuan penelitian ini adalah mengumpulkan

                data, melakukan analisis, mengadakan tes, serta memberikan interpretasi

                terhadap sejumlah data sehingga kecenderungan gerak gejala sosial dalam

                suatu masyarakat tertentu dapat diramalkan. Objek penelitian ini dapat

                berupa masalah yang bersifat teoretis dan praktis. Biasanya, penelitian

                laboratorium dilakukan oleh sebuah tim dengan anggota dari berbagai

                disiplin ilmu.

           2.  Penelitian Iapangan.

                Dilakukan dalam kehidupan sebenarnya. Contohnya, penektian tentang

                kehidupan para wanita pekerja, kebudayaan masyarakat terpencil, atau

                harga pasar. Penelitian ini pada hakikatnya merupakan metode untuk

                menemukan secara khusus realitas yang tengah terjadi pada masyarakat.

           3.  Penelitian perpustakaan (kepustakaan).

                Bertujuan mengumpulkan data dan informasi dengan bantuan berbagai

                materi yang terdapat di perpustakaan. Contohnya, buku, jurnal, majalah,

                naskah, catatan, kisah sejarah, dan dokumen lainnya. Data yang

                diperoleh dengan jalan penelitian perpustakaan pada hakikatnya

                menjadi fondasi dan alat utama bagi praktik penelitian lapangan.